Celengan Ayam yang Kusayang

Oleh @Uncrush

Pada saat masih belia, aku tidak begitu peduli dengan uang. Namun, orang di sekitarku selalu saja ada yang memberiku uang dan aku tidak tau cara mempergunakan uang tersebut. Orang tuaku selalu berkata: ‘Jangan membeli barang yang tidak perlu!’, ‘Jangan boros!’, dan sebagainya.

Aku jadi bingung, mau aku apakan uang-uang ini? Aku juga bukan tipe orang yang suka jajan atau semacamnya. Jawabannya ternyata aku temukan pada saat jalan-jalan ke sebuah swalayan, aku melihat celengan dengan berbagai bentuk!

Akhirnya aku memilih sebuah celengan ayam untuk menyimpan uangku. Sebuah keputusan yang baik daripada aku terus memboyong uangku ke mana-mana.

Sampai ke rumah, aku segera mengisi celengan tersebut dengan uang yang ada saat itu. Saat orang tuaku melihat bahwa aku rajin menabung dengan celengan, mereka memujiku karena aku satu-satunya anak di keluargaku yang menyimpan uang pada saat itu.

Selama bertahun–tahun, aku menabung dengan metode celengan dan uangku terus terkumpul hingga cukup untuk membeli ponsel pertamaku! Aku sangat senang karena aku bisa membeli ponsel dengan uangku sendiri dan cukup puas atas hasil yang kucapai!

Jadi, celengan menjadi metodeku di saat menabung! Tips dariku, kita boleh beli makanan atau mainan yang kita inginkan. Tapi, harus tetap sisihkan sedikit untuk dimasukkan ke dalam celengan. Gak perlu banyak, yang penting rutin.

Setelah itu, akan lebih baik kalau uangnya dipisah antara celengan receh, puluhan, dan ratusan. Kalau kamu udah berhasil membeli sesuatu yang kamu inginkan, kamu bisa menabung sisa uang yang ada. Kamu bisa juga membuat wishlist atau daftar keinginan, gak harus barang, bisa juga untuk liburan. Selamat menabung, teman-teman!

Kalo kamu suka membaca cerita ini dan ingin ikutan berbagi ceritamu sendiri (dan dapet kesempatan buat memenangkan pulsa sebesar Rp. 50.000,-!), cek kompetisi menulis kami, ya.

Share your feedback