Aku Rindu Sahabat Lamaku

Oleh @Pawlin

Aku Rindu Sahabat Lamaku

Aku dan sahabat masa kecilku pernah masuk ke lingkaran pertemanan yang toxic. Kalau aku punya kekuatan super, aku pengeeen banget kembali ke masa itu untuk mengubahnya.

Saat itu, aku dan Bulan, temanku, pikir pertemanan mereka tuh keren banget. Ke sekolah kompak; kalau yang satu dikuncir, semuanya dikuncir, yang satu pakai jaket lucu, semuanya pakai juga.

Kenyataannya, salah satu orang di situ nuntut semua orang agar jadi sama seperti dia. Kalau gak dituruti, aku dan Bulan ngerasain di-bully karena hal seperti itu. Kami berdua dijauhi, diabaikan oleh semua orang.

Lambat laun, seiring berjalannya waktu, tuntutan dan 'hukuman' itu mengubah kami berdua. Aku dan Bulan bukan sahabat lagi. Persahabatan kami putus dan berakhir saat kami lulus dari sekolah. Kami berdua putus komunikasi. Bulan lanjut sekolah di kota lain.

Pengalaman itu jadi pelajaran buatku. Tahun berikutnya aku memulai kehidupan baru dengan teman-teman yang kompak. Aku bersyukur banget! Status sosial di sekolah gak berpengaruh setelah lulus. Life must go on. Semua cap keren itu sia-sia. Aku belum pernah ketemu dengan orang-orang itu lagi, tapi aku berharap bisa ketemu sama Bulan. Aku kangen banget sama dia dan aku harap dia baik-baik saja.

Kalo kamu suka membaca cerita ini dan ingin ikutan berbagi ceritamu sendiri (dan dapet kesempatan buat memenangkan pulsa sebesar Rp. 50.000,-!), cek kompetisi menulis kami, ya.

  • pubertas
  • persahabatan
  • hubungan