Impianku

Oleh @Anisaf

Tanggapan kamu (2) Impianku

Aku Nisa, umurku 18 aku tinggal di Desa kecil di Mojokerto. Pencapaian terindahku di tahun ini ialah aku dapat duduk di bangku kuliah.

Mungkin ini bukan hal yang menarik bagi banyak orang, tapi bagiku ini adalah hal terindah jelas saja aku bukan anak dari orang kaya yang bisa kuliah di manapun yang diinginkan, aku juga bukan anak yang pintar dalam pelajaran atau bidang lainnya yang bisa meneruskan jenjang berikutnya dengan jalur SNMPTN atau lainnya. Tapi aku memiliki keinginan besar untuk menjadi lebih baik dan menjadi orang yang berpendidikan.

Akupun mencoba mengikuti jalur SNMPTN dengan penuh harap, walau kadang ada sedikit keraguan karena nilai ku yang kurang baik. Akan tetapi aku tak lupa untuk selalu berdoa.

Dan suatu ketika di mana hari itu adalah hari penentuan SNMPTN dan hasil UN juga diumumkan aku tahu bahwa aku tidak lulus seleksi. Tapi sahabat terbaikku lulus seleksi SNMPTN. Hal ini bukan hal buruk bagiku tapi ini cukup melukaiku karena sebelumnya kami telah berjanji untuk selalu bersama walau nanti kami akan berbeda jurusan.

Aku menginginkan masuk di jalur SBMPTN di universitas yang sama dengan temanku. Tapi karena biaya dan jarak untuk tesnya lumayan jauh, ayahku melarangku untuk ikut tes tersebut.

Hari itu aku merasa sangat sedih dan bingung terlebih ada beberapa materi UN-ku yang juga tidak lulus. Hampir setiap malam aku menangis dan pada akhirnya saat wisuda aku mencoba melupakan semuanya dan percaya bahwa Tuhan pasti akan memberikan yang terbaik.

Di sela-sela wisuda aku berusaha menahan tangis saat aku melihat teman temanku, sahabatku, guruku. Ini serasa momen terakhir.

Tapi saat di akhir acara wisuda aku mendengar nama sahabatku disebut oleh MC wisuda sebagai salah satu siswa berprestasi, di situlah aku merasa sangat sedih dan merasa bahwa aku tidak akan bisa bersama dia lagi.

Hari itupun berlalu sangat berat, Tapi aku sangat bersyukur sekarang aku bisa melanjutkan kuliah di salah satu Universitas swasta di Jawa Timur. Semua ini terwujud karena aku percaya bahwa Tuhan selalu mendengarkan setiap doa umatnya tentu disertai niat dan usaha yang baik, serta dukungan dan restu dari orang tua. Aku berjanji untuk memberikan yang terbaik dan membuat orang tuaku bangga.

  • percayadiri
  • tujuan
  • masapubertas

Bagikan tanggapanmu

Masuk untuk meninggalkan komentar

Tanggapan kamu

Anonim

Semangat!!!!!!

3 tahun, 9 bulan yang lalu
mbas

Semangat yak ..tuhan maha adil ko meskipun hal yg kita inginkan tak terhujud tapi suatu saat hari...

3 tahun, 9 bulan yang lalu