Menjaga Semangat Kartini

Hal-hal yang kalian perlu tau tentang Kartini ada disini!

Tanggapan kamu (43) Menjaga Semangat Kartini

Kalian pasti kenal Kartini, kan? Masa iya nggak tau, hari lahir beliau aja jadi hari libur nasional! Tapi ya, kadang ketika seseorang menjadi sangat besar, kita lupa alasan dibalik nama harumnya. Padahal hal itulah yang penting.

Raden Ajeng Kartini atau singkatnya, Kartini, adalah seorang pelopor untuk kesetaraan dan feminisme di Indonesia. Ia adalah orang pertama yang membangun sekolah tanpa adanya diskriminasi status sosial untuk perempuan Indonesia. Ia berjuang untuk hak-hak perempuan sampai hari ia meninggal, dan karyanya, 'Habis Gelap Terbitlah Terang', diterbitkan dan dijunjung tinggi hingga sekarang.

Keren banget nggak sih? Kayaknya kalo dibandingin sama anak-anak muda sekarang… Nggak mungkin ada deh yang mau nerbitin kumpulan notes atau SMS dari HP kita.

Tapi serius deh, coba kita bahas ya. Ia tumbuh besar di lingkungan terhormat dengan segudang aturan tradisional Jawa yang mengatur bagaimana seorang wanita seharusnya bersikap, tapi ia berani untuk memiliki prinsip dan pemikirannya sendiri. Yuk, luangkan waktu untuk mengenang jasanya! Dan plis jangan pernah mengurangi jasa-jasanya dengan ngerayain Hari Kartini sebatas dengan mengenakan kebaya-kebaya cantik di sekolah atau kantor ya.

Sekarang, kita mulai #kilasbalik nya!

Pada tanggal 21 April, 1879, Raden Ajeng Kartini lahir dari keluarga bangsawan di desa Jepara, Jawa, Indonesia. Awalnya ia mengetahui tentang paham Barat dan pandangan feminis saat Ia kursus menjahit dengan istri bupati, Ny Marie Ovink-Soer. Karena latar belakang keluarganya, ia memiliki kesempatan untuk bersekolah di sekolah Belanda.

Nggak pake lama, pendidikan langsung menjadi alasan Kartini untuk hidup. Karena pendidikan memperluas wawasan dan membuatnya sadar bahwa banyak hal yang tidak benar di luar sana, seperti kawin paksa di kalangan perempuan muda misalnya. Terus, kayak aturan perempuan harus tinggal di rumah dan melakukan semua tugas rumah. Siapa coba yang pertama kali ngusul aturan kayak gitu? Kata siapa pendidikan hanya penting buat laki-laki?

Kartini ngeliat hal-hal ini nggak benar, dan ia bertindak untuk mengubahnya.

Ia menulis surat kepada Ovink-Soer dan teman-teman sekelasnya, memprotes tentang bagaimana perempuan Jawa diperlakukan. Ia lalu menjalin hubungan dengan berbagai orang yang berpengaruh dalam gerakan sosialis dan feminis di Eropa. Saat ia berumur 24, ia membuka sekolah dasar pertama untuk perempuan Indonesia. Dengan kurikulum berbasis Barat, ia mengajar anak-anak untuk membaca, menulis dan memiliki pikiran kritis. Ia membuka mata mereka terhadap hukum dan tradisi yang menindas perempuan Indonesia dan menyemangati mereka untuk melawan.

Orang-orang kemudian baru nyadar, bahwa perempuan nggak seharusnya kawin muda diluar kehendak mereka. Surat pribadi dan jurnal Kartini, 'Sehabis Gelap Terbitlah Terang', diterbitkan pada tahun 1911. Dari situ, kisahnya menyebar ke Eropa dan Amerika. Ia kemudian menjadi ikon perempuan Jawa dan bangsa Indonesia.

Salut.

Ia melakukan semua ini sebelum akhirnya meninggal pada usia 25 tahun. Ia memang nggak punya banyak waktu, tapi ia berusaha di setiap detiknya. Sekarang, giliran kita sebagai generasi muda perempuan Indonesia untuk terus menjaga semangat Kartini. Terus bersinar, perempuan Indonesia!

  • percayadiri
  • karir
  • tujuan

Bagikan tanggapanmu

Masuk untuk meninggalkan komentar

Tanggapan kamu

Thari

Ibu r.a kartini telah berjasa membela hak-hak perempuan di indonesia terima kasih ibu kartini.....

2 tahun, 7 bulan yang lalu
kia_putry_kiana

kartini sang wanita mulia terimakasih telah membebaskan kami para wanita yang telah buta...

2 tahun, 11 bulan yang lalu

Balasan Terbaru

Kak Sekar - Admin

Hei, hei, terima kasih atas komentarnya, yaaa. Jangan lupa juga untuk baca artikel Springster yang...

2 tahun, 11 bulan yang lalu
Tampilkan komentar