Ngobrolin Dunia Kerja dan Penjurusan Bareng Ina Liem dari Jurusanku

Pertanyaan kalian seputar karir dan kerjaan terjawab disini

Tanggapan kamu (11) Ngobrolin Dunia Kerja dan Penjurusan Bareng Ina Liem dari Jurusanku

Sudah belasan tahun Ina Liem aktif di dunia pendidikan. Ia telah memberi konsultasi, seminar, dan presentasi di hadapan ribuan pelajar dan orang tua murid di banyak kota. Kini, selain menjadi kontributor rubrik Edukasi di Kompak Klass, ia bekerja full time sebagai penulis, pembicara, dan konsultan. Penasaran apa aja yang kami obrolin dengan Bu Ina? Simak di bawah!

1. Hei Ibu Ina, ceritain dong sebenernya pekerjaan Ibu ngapain aja?

Saya menyebut diri seorang infopreneur, khusus memberi informasi tentang jurusan kuliah dan prospek karir. Informasinya kami sampaikan melalui berbagai media, baik online maupun offline, termasuk blog jurusanku.com, seminar, individual konseling, buku, infoletter, sosmed, dll. Tidak sekedar informasi, kami ingin selalu memberi solusi.

2. Apa jenis pekerjaan yang Ibu miliki sebelum profesi sekarang ini?

Saya dulu bekerja di universitas Australia sebagai perwakilan di Indonesia. Intinya marketing pendidikan.

3. Apa sih yang bikin Bu Ina concern banget terhadap dunia pendidikan Indonesia sampe akhirnya memutuskan untuk bikin jurusanku.com?

Selama 15 tahun saya bekerja di bidang pendidikan, ternyata saya menemukan masalah yang tiap tahun selalu ada tapi belum ada solusinya. Memilih jurusan kesannya hal sederhana, tapi ternyata banyak keluarga yang hubungannya memburuk satu sama lain gara2 hal ini. Semakin diteliti, ternyata saya makin menemukan banyaknya salah persepsi yang ada di masyarakat. Kayak: mereka yang “ingin jadi pengusaha harus masuk jurusan bisnis”, “lulus matematika dikira cuma bisa jadi guru”, “ilmu gizi kerja di puskesmas”, “guru itu profesi yang nggak ada duitnya” dan pada kenyataannya menjadi profesi cadangan setelah nggak diterima di mana pun, dan masih banyak lagi.

4. Menurut Ibu Ina, kira-kira 5 profesi apa yang baik ditekuni sebagai pilihan karir untuk remaja putri, 3 sampai 4 tahun ke depan?

Secara global, baik di Indonesia maupun di dunia, kita sedang kekurangan lulusan STEM (Science, Technology, Engineering dan Math). Tidak ada batasan bagi remaja putri untuk menekuni bidang teknik. Bahkan di beberapa perusahaan, mereka ingin ada kesetaraan gender, sehingga lulusan teknik putri malah cenderung lebih mudah diterima, karena jarang.
Apabila ingin berkarier dan berbisnis di Indonesia, ada beberapa industri yang sedang difokuskan oleh pemerintahan Jokowi: pangan, energi, logistik, dan pendidikan. Di bidang pangan, jangan hanya berpikir sebatas kuliner, karena persaingan sangat banyak dan modal yg dibutuhkan besar. Kenapa tidak terjun di produksi bahan mentah dan pengolahan, seperti pertanian dan perikanan? Siapa bilang ini kerjaan kotor untuk laki-laki? Bisa cek Sabrina Mustopo, petani coklat yg sukses, dan Menteri Susi yg sukses di bidang perikanan.
Sedangkan profesi baru yang sedang ramai dibicarakan di seluruh dunia, yaitu Data Scientist atau Data Engineer, menurut Harvard Business Review adalah the sexiest job of the 21st century. Di Indonesia masih sangat langka, itupun yang saya temukan adalah wanita, Ibu Sally Taher yg profilnya bisa dibaca di buku terbaru saya berjudul Majors for the Future. Jadi kalau disuruh pilih 5:

1.Data scientist/Data engineer
2. Pekerja sosial, kalian bisa mulai jadi relawan dulu mungkin?
3. Teknik, jangan hanya terpaku Teknik Sipil, Teknik Mesin dan Teknik Industri. Coba cek Teknik Material, Teknik Lingkungan, Robotic, Sustainable Energy Engineering, bahkan Teknik Perkapalan, dsb
4. Pendidikan, ingat, guru tidak lagi naik sepeda onthel. Lagipula, prospek lulusan Pendidikan tidak hanya jadi guru di sekolah. Selama anak-anak pintar Indonesia tidak tertarik menjadi guru, jangan berharap kualitas pendidikan di Indonesia akan meningkat. Banyak remaja putri tertarik Psikologi, kenapa tidak coba baca jurusan Pendidikan, karena di sini justru lebih ‘applied’ (terapan). Di Ilmu Psikologi kita hanya tau kenapa anak berperilaku tertentu, sedangkan di Pendidikan kita justru tahu bagaimana mengatasi perilaku sulit
5. Kesehatan, terapis, perawat, dokter atau asisten klinik, beneran deh, Indonesia butuh banget posisi-posisi ini.

5. Oh ya, terakhir nih, mungkin ada personal statement Bu Ina yang ingin dibagikan ke kami?

Kita diberi talenta oleh Tuhan, jangan sia-siakan dengan kemalasan dan kemanjaan. Kejar aktualisasi diri kamu. Let’s see how high can you go?

  • percayadiri
  • karir
  • tujuan

Bagikan tanggapanmu

Masuk untuk meninggalkan komentar

Tanggapan kamu

reno

Bagus?

3 tahun yang lalu
herli

Bagus

3 tahun, 8 bulan yang lalu
Tampilkan komentar