Kekerasan Seksual Tidak Mendefinisikan Aku

Aku sayang diri aku, itu kenapa aku mulai bicara

Tanggapan kamu (23) Kekerasan Seksual Tidak Mendefinisikan Aku

Hai! Apa kamu pernah dengar yang namanya ‘penyintas’? Aku adalah penyintas dan aku pengen kita bilang ini: “Kita berani, kita kuat--dan ini cerita kita!”

Kebanyakan penyintas kekerasan seksual merasa gak nyaman untuk nyeritain pengalaman mereka. Mungkin mereka terlalu takut, atau nyalahin diri sendiri, atau mikir kalo orang lain gak akan ngerti apa yang mereka rasakan. Tapi, aku ada di sini untuk ngasih tahu kalo kita harus lebih berani minta dukungan ke orang sekitar--dan mulailah bicara.

Kerabatku melakukan sesuatu ke aku--terkait dengan kekerasan seksual. Pertamanya, aku gak bilang siapa-siapa karena aku takut. Setelah kejadian itu, aku gak mau ketemu kerabatku. Setiap lihat dia di sekitar kompleks, aku lari ke rumah untuk sembunyi. Terus hal ini jadi tambah parah. Aku takut untuk pergi keluar rumah sendirian dan aku terus cari-cari alasan biar aku gak usah ke sekolah. Tentu aja keluargaku mulai tanya-tanya aku kenapa.

Oke, aku tau aku harus bilang tentang hal ini ke seseorang; lebih tepatnya, seseorang yang bisa bantu aku. Sebetulnya aku dekat dengan kakakku, sih. Tapi, tetap aja aku takut untuk bilang ke dia langsung. Ah, gak masalah aku mau bilang dengan cara apa! Yang penting aku ngerasa nyaman sama orang yang aku ceritain!

“Kak…” Aku sapa dia melalui chat; padahal dia ada di kamar sebelah. Terus aku ceritain semua hal yang terjadi ke aku. Tiba-tiba dia masuk ke kamarku, ngobrol bareng aku, dan bilang bahwa semua akan baik-baik aja. Terus dia nyaranin aku untuk datang ke suatu acara rutin untuk penyintas. Katanya, “Kamu coba aja! Mungkin sekarang kamu ngerasa takut, tapi itu wajar!”

“Dek, orang masih menganggap kalo isu kekerasan seksual itu tabu, dan karena gak ada yang bicarain hal ini, jadi jarang ada yang ngerti tentang sulitnya hal yang kamu alami.”

Berkat dukungan kakakku, aku jadi percaya sama diri aku lagi. Aku pergi ke pertemuan yang dia bilang. Di sana aku ketemu banyak orang. Mereka cerita ke aku tentang hal yang mereka alami dan gimana cara mereka bangkit lagi. Bahkan, ada juga salah satu dari mereka yang sekarang jadi relawan untuk bantu penyintas lainnya, lho! Keren!

Mereka sama sekali gak maksa aku untuk cerita, kok. Pertamanya aku cuma dengarkan mereka. Aku baru mulai bicara saat aku ngerasa dimengerti dan didukung. Aku lega dan senang banget.

Pertemuan ini berhasil ngubah aku, sekarang aku ngerasa baik-baik aja. Dari yang tadinya nyalahin diri sendiri, sekarang aku ngerti kalo yang aku alami bukanlah salahku. Aku gak boleh biarin hal itu menggerogoti aku karena aku juga berharga.

Nah, apakah sekarang kamu tau seberapa kuat dirimu? Teruslah ingat kalau kita itu pemberani dan kita gak boleh membiarkan masa lalu mendefinisikan kita.

Kalau kamu mengalami bentuk kekerasan dari orang sekitarmu, dan ingin bicara tentang hal itu, jangan takut untuk menelepon ke TePSA (Telepon Sahabat Anak) di 1500771.

  • seks
  • hak
  • hubungan

Bagikan tanggapanmu

Masuk untuk meninggalkan komentar

Tanggapan kamu

Anonim

Artikel yg sangat menginspirasi, dan benar.. masa lalu gak selalu mendefinisikan siapa kita dimasa...

1 tahun yang lalu

Balasan Terbaru

Kak Sekar - Admin

Hai Anonim! Betul sekalii! Yang terpenting adalah kita di masa sekarang dan usaha kita untuk lebih...

1 tahun yang lalu
andik123

gairahku meningkat

1 tahun, 1 bulan yang lalu

Balasan Terbaru

Kak Sekar - Admin

Halo, andik123! Terima kasih sudah berkomentar! Maksudnya gimana ya? Kak Sekar cuma mau...

1 tahun, 1 bulan yang lalu
Tampilkan komentar