Bangga Jadi Cewek Indonesia

Kalau bukan kamu, siapa lagi?

Tanggapan kamu (19) Bangga Jadi Cewek Indonesia

Aku besar di pinggiran kota Jakarta, ayahku merantau dari Makassar dan ketemu ibuku di Jakarta, tiap lebaran aku berkunjung ke rumah Nenek di Malang. Sekarang aku bisa 3 bahasa, Indonesia, sedikit Makassar, dan sedikit Jawa, dengan logat betawiku yang lumayan kental. Kadang aku sering mikir, mungkin nggak sih ini berkah yang kudapatkan dari tinggal di Indonesia?

Belum lagi di sekolah, aku ketemu teman-teman dengan latar belakang yang beragam. Tita sahabatku, wajahnya dibingkai mata yang sipit dan kulitnya putih susu. Sejak SD kelas 3 Tita pindah dari Palembang ke Jakarta. Mamanya buka kios empek-empek di rumahnya. Aku suka banget karena bumbu racikan mamanya, itu baru yang namanya khas Palembang! Aku nggak pernah nemu rasa yang sama tiap beli empek-empek di sini.

Lalu ada lagi, Cindy, temanku yang besar di lingkungan Pecinan. Logatnya yang super Betawi--bahkan aku ngaku kalah deh kalo soal ini-- kadang suka bikin aku lupa kalo Cindy adalah cewek Tionghoa tulen. Tiap main ke rumahnya aku senang karena bisa mencium bau hio yang dipasang di ruang tamu rumahnya.

Ya, semakin aku besar, aku makin ngeh kalo di Indonesia banyak banget suku, budaya, agama yang membaur jadi satu. Aku jadi ingat, dulu waktu SD kita diajarkan lagu “Dari Sabang Sampai Merauke”. Dan emang bener, pulau-pulau di Indonesia tuh super banyak dan membuat semua budaya yang ada jadi beragam.

Semester lalu aku ikut study tour sekolah dan kita jalan-jalan keliling Jawa dan itu nggak bisa aku lupain sampe sekarang. Kami berangkat dari Jakarta lalu naik bus ke Bandung. Di Bandung kami pergi ke Tangkuban Perahu, Saung Angklung Udjo, dan kampus ITB. Aku sering curi-curi dengar percakapan orang di sekitar. Logat Sunda yang halus dan kental dengan “atuh” di akhir kalimat bikin aku takjub. Setelah itu kami lanjut ke Jogja. Keramahan Jogja bikin aku terkesan. Jalan kaki keliling Malioboro dan menelusuri Taman Sari bikin aku nggak mau pulang. Dari tengah pulau Jawa, kami beranjak ke timur yaitu ke Surabaya. Di sana aku jalan-jalan ke Hutan Mangrove Wonorejo dan kampus ITS.

Pengalaman itu nggak terlupakan karena, bayangin, aku “hanya” keliling pulau Jawa tapi di tiga tempat itu aku merasakan perbedaan budaya, bahasa, dan bahkan makanan! Aku masih inget gimana bahasa Sunda beda dengan bahasa Jawa. Aku tentu inget bahasa Jawa-nya Jogja, beda dengan bahasa Jawa-nya orang Surabaya. Di Jogja aku makan gudeg yang manis lalu di Bandung aku makan ayam pake lalapan dan sambel yang pedes. Ya, yang satu pulau aja bisa sangat berbeda, apalagi yang beda pulau ya.

Aku akhirnya bisa narik satu kesimpulan bahwa ya, itulah Indonesia. Di balik yang beda, kita semua satu, kok. Dengan segala keunikannya, aku bangga jadi cewek Indonesia!

  • percayadiri
  • tujuan
  • masapubertas

Bagikan tanggapanmu

Masuk untuk meninggalkan komentar

Tanggapan kamu

@Chotim

Bangga banget jadi cewek indonesia

1 tahun, 9 bulan yang lalu

Balasan Terbaru

Kak Sekar - Admin

Halo halo, @Chotim! Ya, bangga ya! :D

1 tahun, 9 bulan yang lalu
Dhewi

Aku Bangga Menjadi Cewek Indonesia..... Semangattt....

2 tahun, 1 bulan yang lalu

Balasan Terbaru

Kak Sekar - Admin

Semangaaaat! :D

2 tahun, 1 bulan yang lalu
Tampilkan komentar