“Buku Mood Super” adalah Buku tentang Dirimu!

Bukan sekadar jurnal...

Tanggapan kamu (7) “Buku Mood Super” adalah Buku tentang Dirimu!

Di tengah-tengah pandemi ini, kamu mungkin dengar banyak anjuran untuk jaga kesehatan. Cuci tangan, pakai masker, jaga jarak… Tapi, gimana kabar kesehatan mental kita? Kesehatan mental penting juga, lho, dan semua perubahan yang terjadi bikin aku stres banget!

Jadi, apa yang akan Springster lakukan di kala stres? Mencoba untuk perhatian sama diri sendiri, dong! Kalau belum bisa perhatian sama diri sendiri, mungkin ini saatnya untuk coba. Ada banyak hal yang bisa kita lakukan, kayak meditasi, mantra, olahraga ringan, atau melakukan hobi.

Metode favoritku? Nulis! Aku selalu punya jurnal, tapi waktu karantina dimulai, aku memutuskan untuk bikin jurnal khusus untuk pengalaman ini. Aku sebut ini sebagai “Buku Mood Super” dan ini bukan sekadar jurnal — ini adalah buku yang merekam ingatan kita yang melewati masa seperti ini.

Kalo kamu mau bikin Buku Mood Super-mu sendiri, yang kamu butuhkan adalah buku tulis kosong, pulpen, dan sedikit kreativitas. Aku mendekorasi bukuku dengan stiker, doodle, dan aktivitas harian yang selalu memotivasiku.

Aku mencoba untuk nulis sekali sehari — tapi kadang aku nulis lebih, apalagi kalau harinya terasa berat dan sesuatu yang besar terjadi. (Dan kadang aku melewati satu sampai dua hari kalau aku lagi benar-benar sibuk… Gak ada aturannya, kok!)

Ini empat aktivitas yang bisa kamu lakukan di dalam Buku Mood Super:

1. “Bagaimana perasaanmu?”

Buku ini untuk kamu, dari kamu, dan tentang kamu. Orang lain gak harus melihatnya, jadi kamu gak perlu malu. Tulis yang kamu rasakan dan ekspresikan dirimu.

2. “Kalau ‘mood hari ini’ adalah sebuah emoji, emoji yang manakah itu?”

Apakah kamu merasa kayak 😊, kayak 😐, atau kayak 🤪? Merangkum mood-mu dengan emoji adalah cara sederhana untuk menangkap perasaanmu, dan selalu menyenangkan untuk gambar doodle!

3. “Dalam skala 1-10, bagaimana kabarmu hari ini? (Dan kenapa begitu?”

1 adalah hari terburuk dan 10 adalah hari terbaik. Gambar semacam grafik dan tandai mood-mu — lalu tuliskan alasanmu menandai di angka segitu. Sejauh ini, hari terbaikku jatuh di angka 8 (aku baru ambil rapor dan nilaiku lebih baik dari yang aku perkirakan!!!!) dan hari terburukku adalah minus 6 (saudaraku harus membatalkan pernikahannya, aku udah nunggu-nunggu dari lama…).

4. “Gambarkan hari esok yang lebih baik”

Gak harus jadi sebuah mahakarya, kok, dan gak penting juga apakah kamu jago dalam berkesenian — ini buatmu, dan kamu gak bakal di-judge orang lain! Coba pikirkan hari esok yang kamu inginkan dan gambarkan. (Salah satu gambar hari esok terbaikku cuma segelas teh boba, soalnya aku gak sabar nungguin kios boba favoritku buka lagi!)

Buku Mood Super bukan cuma tentang perasaan yang kamu tuliskan atau dokumentasi per hari tentang apa yang terjadi. Pada akhirnya, ini akan jadi cerita kita tentang pandemi dan bagaimana kita melaluinya. Cerita ini akan selalu unik dan ini adalah ceritamu.

Di masa yang akan datang, ketika aku melihat buku ini, aku akan teringat tentang hari-hari yang baik dan yang buruk, dan kadang ada juga hari yang ugggghhhhh. Yang terpenting, aku harap aku akan melihat ke belakang dengan bangga karena aku berhasil melewati masa yang sulit.

Apakah kamu akan bikin Buku Mood Super-mu sendiri? Kalau iya, aktivitas apa yang akan kamu masukkan? Ceritakan di kolom komen, ya!

  • kesehatan
  • hak
  • covid19
  • keamanan

Bagikan tanggapanmu

Masuk untuk meninggalkan komentar

Tanggapan kamu

Rafiska_meila25

Alasan mengapa aku harus bersyukur hari ini, misal aku masih dikasih nikmat sehat,mendapat uang...

1 bulan, 1 minggu yang lalu

Balasan Terbaru

Kak Sekar - Admin

Hai Rafiska! Mensyukuri hal-hal sederhana emang penting banget, terima kasih ya sudah berkomentar,...

1 bulan yang lalu
Anonim

Kalau aku menamainya dgn moodtra

1 bulan, 2 minggu yang lalu

Balasan Terbaru

Matahari

Mood tracker maksdnya

1 bulan, 2 minggu yang lalu
Kak Sekar - Admin

Hai Springster! Wah, ide yang bagus. Terima kasih ya sudah berkomentar~ ^_^

1 bulan, 2 minggu yang lalu
Tampilkan komentar