Kembali Ikhlas

Kadang kesempatan kedua nggak datang begitu aja — dan itu bukan masalah

Your thoughts (21)

Lebaran sebentar lagi!

Saatnya merayakan kemenangan setelah sebulan mengendalikan diri, bercermin ke hati dan juga berpuasa. Ini juga kesempatan untuk memulai segala sesuatu dari awal. Setiap tahun, kita berjanji untuk merubah diri untuk jadi yang lebih baik: Tahun ini aku mau jadi lebih sabar, lebih baik, belajar lebih rajin, aku mau jadi ini-itu…

Tunggu dulu! Penting sih untuk menjadi diri kita versi yang terbaik, merencanakan dan menetapkan tujuan. Tapi yang lebih penting lagi adalah melihat bagaimana kita memperlakukan orang lain, dan lebaran adalah waktu yang tepat untuk merenungkan itu.

Waktunya cerita!

Anya dan Tika, 17 tahun, dulunya adalah sahabat yang klop banget! Mereka ibarat gula dan secangkir teh — nggak biasa dipisah! Semuanya baik-baik aja, sampai suatu ketika Tika harus pindah sekolah.

Awalnya, Anya dan Tika bisa menjaga persahabatan mereka lewat maraton telefon, seharian WhatsApp dan nginap di setiap akhir minggu.

Namun, lama-lama, Tika punya teman-teman baru di sekolah barunya dan jadi meluangkan sedikit waktu dengan Anya. Telefon setiap hari kini berubah jadi seminggu sekali bahkan nggak sama sekali. Tika sibuk bermain dengan teman-teman barunya, Anya menjadi sedih. Apa dia sudah terganti begitu aja?

“Aku kayak bukan siapa-siapa,” Anya mengeluh. “Kayaknya Tika lupa sama aku setelah ia punya teman baru.” Ia rindu sama Tika. Ia kangen punya teman yang mengerti tentang dirinya — dan ia merasa kecewa dan marah karena Tika nggak peduli lagi.

Kalo kalian jadi Anya, bisa nggak kalian memaafkan Tika?

Ya, tentu saja harus.. Orang pasti akan berubah dan mungkin saja jadi berjauhan. Kadang menyakitkan tanpa kita sadari. Salah satu bagian dari proses pendewasaan adalah menyadari bahwa kita tidak bisa mengatur tindakan setiap orang; kita hanya bisa mengatur reaksi kita terhadap mereka.

Tidak apa-apa untuk merasa sedih ketika kamu terluka. Berpisah dengan sahabat memang nggak enak — menangis adalah sesuatu yang wajar, malah menyehatkan. Tapi, ingat untuk melepaskan kesedihan dan hal-hal negatif setelah kita meluapkan uneg-uneg kita. Kita harus mengikhlaskan, dan kita nggak mau amarah menguasai kita.

Jadi apa yang dilakukan Anya? Ia berbicara kepada Tika dan memberitahu apa yang ia rasakan. Dan kalian tahu? Tika terkejut! Karena, ia tidak bermaksud melukai Anya, dan ia juga merindukan Anya juga.

Persahabatan Tika dan Anya berubah dan, meskipun hal-hal tidak sama lagi, mereka baik-baik saja dan Tika senang karena Anya mempercayainya dan mengajaknya bicara. Kejujuran dan hati yang mau memaafkan bisa menghadirkan keajaiban.

Share your feedback

Your thoughts

Kerenn!

March 20, 2022, 8:20 p.m.

kaya aku

March 20, 2022, 8:20 p.m.

Kalo aku, kita pisah sekolah, kita sama2 punya temen baru, tapi jujur aku masih nganggep dia sahabat, tapi gatau dia, lebih nyaman sama temen barunya dia,

March 20, 2022, 8:19 p.m.

Terkadang menjauh bukan berarti melupakan bahkan tak peduli..seseorang terkadang harus menyesuaikan dirinya dengan lingkungan barunya bukan karena ia menghapus semua kenangan lama.. Alangkah baiknya kita yang harus menghilangkan ego kita dan berfikir positif trhadap teman kita dan mencoba menghubunginya terlebih dahulu jangan menunggu kabar darinya saja karena mungkin ia pun menunggu kita.

March 20, 2022, 8:19 p.m.

Iyah bener bnget meskipun susah tapi ngga ada salah nya untk dicoba

March 20, 2022, 8:19 p.m.

Bikin baper aja...😚😘

March 20, 2022, 8:19 p.m.

Aku punya temen kaya gitu dari SD slalu bareng ber 3 tpi sekarang temen aku Jihan udh lupain aku dia enggak pernah meluangkan waktu nya buat aku walau hanya 5 menit.Waktu itu aku mau ngomong sama dia kalau nanti mau sholat bareng.kata aku terpotong karna ada temennya Jihan ngajak Jihan buat ke Canteen.Aku coba cari tau sama Rahma temennya Jihan kata Rahma Jihan itu punya 2 sahabat.Kristin dan Maesa yg tadi motong kata2 aku.Aku sakit hati banget dan Nurul temen aku dari SD aja yg masih mau jadi sahabat aku.maaf kalo curhat.tpi menurut kalian semua aku harus apa sekarang.Please yg tau jawab ya.

March 20, 2022, 8:19 p.m.

Sama banget kaya cerita aku,padahal aku sama temenku bersahabat dari kecil

March 20, 2022, 8:19 p.m.

aku juga kayak gitu dulu aku punya satu sahabat satu kelas tapi saat smp kelas kita beda sampai dia punya teman baru dia ngenalin temannya ke aku tapi lama-kelamaan dia berubah jauhin aku dan sampai sekarang hubungan kita masih retak

March 20, 2022, 8:19 p.m.

Emangnya nangis bermanfaat ya ?

March 20, 2022, 8:18 p.m.

Patut diapresiasikan buat diri sendiri....

March 20, 2022, 8:18 p.m.

Latest Reply

Hei, Rontek, selamat mencoba, ya. Terima kasih telah menjadi bagian dari Springster. :)

bagus banget..

March 20, 2022, 8:18 p.m.

Ceritanya Anya Dan Tika. Mengingatkan Aku Pada Sahabatku... Aku Jadi Bersedih Lalu Menangis Mengingatkannya Tapi Aku Sudah Ikhlas Kok Menerima Keadaan Seperti Itu...

March 20, 2022, 8:18 p.m.

Latest Reply

Halo, Dhewi, tidak perlu bersedih lama-lama! Perbanyak teman yuk, pasti seru deh :D

Ya...kita harus saling memaafkan...itu adalah keputusan yang tepat dan benar....

March 20, 2022, 8:18 p.m.

Latest Reply

Hey, Thari! Setuju! Terima kasih sudah baca Springster! Jangan lupa baca artikel lainnya, dan sebarkan juga ke teman-temanmu ya biar mereka juga ngerasain serunya Springster ;)

Itu juga sama kaya yang aku alamin, temen aku punya temen baru, jadi aku ngerasa kaya di lupain:(

March 20, 2022, 8:17 p.m.

Latest Reply

Hai El Lisa! Terima kasih sudah berani berkomentar. Jangan sedih yaaa, sebaiknya diobrolin bareng dulu sama sahabatmu biar jelas apa yang terjadi. ^_^

Terjadi juga sama aku... sahabat ku, dia udh ku anggap sebagai adik,,,tapi dia ninggalin aku ñ sahabat2nya demi "teman" dia yg justru udh ngerusak dia... parah banget,,,aku bener bener marah sama dia

March 20, 2022, 8:16 p.m.

Latest Reply

Hai Zhilan! Kamu bisa lohhh lakuin hal yang sama kayak Anya, yaitu ngobrol langsung sama sahabat kamu itu. Siapa tahu persahabatan kalian masih bisa diselamatkan. Selain itu, kamu juga musti belajar ikhlas kayak Anya. Ngerasa sedih dan kehilangan boleh, tapi kita nggak boleh membiarkan amarah menguasai diri kita. Terima kasih ya udah bercerita~ ^_^