Boy… Bye!

Ketika banyak yang sadar kamu berubah...

Tanggapan kamu (7)

“Boy bye!” kataku setelah dia berkali-kali coba deketin aku. Tau gak kenapa? Nanti aku ceritain.

Sejak pertumbuhanku meningkat drastis, aku belajar banyak hal termasuk pubertas. Mulai dari perubahan di badan, menstruasi, hormon naik turun, macem-macem deh. Tapi aku gak ngeh kalau ada hal lain yang juga terjadi saat kita puber yaitu perhatian. Perhatian? Lanjut deh bacanya.

Jadi dulu aku punya seseorang yang aku suka. Namanya Zainudin. Tapi dia gak pernah ngeladenin aku sedikit pun. Bahkan kalau ngobrol pun, dia cuma jawab sekenanya atau pura-pura enggak dengar. Ok, aku anggap dia enggak tertarik sama aku. Jadi, aku berhenti usaha dan move on.

Beberapa bulan lalu, aku merasa tubuhku mulai berubah. Bagian dadaku mulai membesar dan lekuk tubuhku makin kelihatan. Nah, ternyata bukan cuma aku doang yang sadar dengan hal ini. Setelah sekian lama nyuekin aku, Zainudin deketin aku. Awalnya dia cuma nyapa doang terus komen “Udah gede ya sekarang” atau “Kamu cantik deh”. Bahkan dia jadi sering ajak aku cabut sekolah dan nongkrong bareng dia. Tapi aku gak mau. Terus gak cuma dia doang. Rasanya semua orang di sekitarku juga sadar ada yang berubah dari badanku.

Yap, aku memang sudah tumbuh lebih besar sekarang, begitu pula cita-citaku. Aku gak akan membiarkan cowok itu menghalangi aku untuk mewujudkan impianku. Aku merasa semua perhatian dia gak tulus. Sederhana aja, aku bilang, “Boy bye!”.

Selama beberapa lama, aku tidak terlalu mau terbuka untuk ngobrolin perubahan yang terjadi di tubuhku. Tapi setelah adik perempuanku juga mengalami hal yang sama denganku, aku berusaha terbuka untuk ngobrolin seputar pubertas sama dia. Ngobrol dan saling berbagi tentang puber itu bermanfaat banget buat kita dan orang yang kita ajak ngobrol. Sekarang, adikku dan temannya tahu lebih banyak tentang pubertas dan tau apa yang mesti dilakukan kalau terjadi sesuatu. Jadi, setiap aku dapat hal baru, aku selalu senang untuk membagikan ilmu yang aku dapat dengan cewek lainnya!

Siapa di sini yang ngalamin hal yang sama kayak aku? Kamu biasanya ngobrolin tentang puber sama siapa? Cerita yuk di kolom komentar!

Share your feedback

Tanggapan kamu

Kak , aku sudah kirim kisah Sudah diterima belum

20 Maret 2022, 20.17

Latest Reply

Halo Ervina! Terima kasih ya sudah bergabung di kompetisi menulis Springster! Tulisan kamu udah kami terima kook! Tunggu pengumumannya nanti di akhir bulan yaa! Kalau mau kirim cerita lagi juga masih boleh kok :D

Klo aku biasax cerita dng adiku... dn kmi salin curhat tntang masa puber yg kami alami berdu, dan kami saling menjaga rahasia kmi berdua dn seru banget dee😊

20 Maret 2022, 20.17

Latest Reply

Hai Masda! Terima kasih sudah berkomentar di artikel Springster! Ya, adik atau kakak memang bisa banget jadi teman curhat kita di rumah! Pertahankan yaa!

Hay ka sekar... Komenku udh di terima

20 Maret 2022, 20.17

Luka Kelak Mencintaimu, Tuan. Saya tahu suatu saat nanti saya akan sakit. Perasaan saya akan remuk. Hati saya akan retak. Tapi dengan semua kepastian itu, saya memilih bertahan, Tuan. Memilih membiarkanmu masuk dan tinggal dalam rongga dada. Memilih menerima semua inginmu atas diri saya tanpa saya banyak bertanya kenapa. Memilih untuk bisa memandang kedalaman matamu dan merasakan balik tatapanmu. Mungkin karena saya belum cukup kuat untuk sakit saat ini. Sedangkan merindukanmu setiap hari sudah cukup memusingkan kepala saya, Tuan. Apalagi kalau harus melihat dan membiarkanmu berlalu pergi. Cinta tidak selalu rumit, Tuan. Ada kalanya sangat mudah, tapi untuk kita, cinta ini sangatlah pelik. Apapun tentang definisi jarak ada pada kita, tetapi mungkin kita pura pura tidak merasakan. Atau saya yang pura pura buta. Tapi tetap saya tahu, Mencintaimu saat ini, Tuan, adalah mempersiapkan diri untuk jatuh karena patah hati hanyalah soal waktu.

20 Maret 2022, 20.17

Latest Reply

Halo Jackbodrex! Terima kasih sudah menunjukkan bakatmu di Springster! Tulisanmu bagus, asah terus ya!